23 Jul 2011

Rindu itu...


Malam semakin larut namun tak dapat kupejamkan mata dirundung rindu pada mereka yang mengingatkanku akan syurga.
Malam itu kubuka catatan seorang ukhti entah kenapa ingin rasa membaca catatannya, meski mungkin catatan biasa tapi terasa berbeda bagiku. Seketika aku diingatkankan pada mereka. Mereka yang dulu berjanji utnuk membersamai di syurga. Mereka yang sedikit ku gambarkan sebagai : sosok akhwat yang tegas namun penuh sayang, sosok yang melankolis juga periang, sosok yang aneh namun luar biasa, sosok yang cerewet juga pintar, sosok yang gaul tapi manis, sosok yang kekanakan tapi hebat, sosok yang terlihat biasa tapi smart, sosok yang manis hmm disemutin nih.
Malam itu kusempatkan diri menulis tentang mereka tidak bnyak memang hanya ingin mengingat masa-masa kebersamaan kita dulu. Rindu dengan kalian ukhti meski kita terpisah oleh jarak, semoga hati kita saling mengikat. berharap suatu hari kita semua dapat berkumpul kembali menyatukan semnagat yang mulai retak. Menyemai langkah kita menuju pada keridhoan-Nya. Rabithah ini akan selalu menyertai kalian ukhti, meski jarak, meski waktu memisahkan kita. Semoga kelak kita dipertemukan-Nya kembali seperti janji kita dulu ukhti. Uhibbukumfillah...^^
*Kamar inspirasi Juni '11

30 Mei 2011

Lihat Lebih Jauh


Mungkin Allah memang punya jalan sendiri di setiap episode kehidupan yang kita lalui. Tapi terkadang kita tidak tahu dan tidak pernah mengerti akan hal itu. Kita terlalu disibukkan dengan perasaan hati dan pikiran diri yang selalu negatif (mungkin aku saja). Allah memang punya jalan sendiri namunterkadang kita sulit untuk bisa merasakannya, mungkin karena mata hati kita telah tertutup karena kemaksiatan yang tanpa sengaja ataupun tidak kita lakukan. Hati kita tidak dapat menerima sinyal-sinyal positif dari apa yang sesungguhnya terjadi. Hati kita seakan menolaknya. Padahal setiap kejadian yang ada pastilah ada hikmah yang dapat kita petik. Entah itu disaat kejadian menyenangkan atau menyedihkan sekalipun, disana akan ada hikmah yang dapat kita ambil. Lagi-lagi hati kita tak dapat membacanya,
Kita memang harus lebih membersihkan hati. Membersihkan dari penyakit yang terkadang mengotori. Melembutkannya kembali dengan lebih banyak mengingatNya, sehingga bashirah pun akan terbuka. Kita memang harus lebih banyak membaca, membaca dengan hati setiap kejadian yang ada disekitar kita. Bukan sekedar dengan mata telanjang yang terkadang kepalsuan lebih banyak didalamnya. Membaca lebih jauh. Itulah mengapa jika lautan dijadikan tinta untuk menulis ilmu-ilmu Allah tak akan pernah cukup,tak akan pernah habis pelajaran yang dapat kita ambil.

Man arafa nafsahu, arafa rabbahu
"Siapa mengenal dirinya, pasti akan mengenal Tuhannya"
Bukankah Allah begitu sayang pada kita, Ia telah menjamin dalam firmanNya bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, bahkan mengulangnya dua kali dalam surat yang sama. Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Maka untuk apa kita ragu dengan keluasan rahmatNya..Begitulah Allah, Ia akan punya jalan sendiri untuk setiap hambaNya, meski yang terbaik tidak selalu jadi yang terindah, bukan?
Teruslah berusaha untuk selalu berpikir positif bahwa segala ujian dan kesulitan yang Allah beri adalah agar kita lebih dewasa, lebih bijak dalam menjalani hidup ini, lebih memahami hakikat kehidupan sebenarnya. Teruslah berusaha untuk membuang jauh-jauh hal negatif dari kehidupan kita, dari diri kita dari apapun yang menghalangi hati kita untuk dapat merasakan, membaca setiap kejadian yang kita alami. Agar Allah selalu dekat dan kita dapat merasakan kedekatannya itu lebih dari apapun.

*masih,belajar memahami kehidupan..

Jakarta, 270511

21 Des 2010

Hmm...

Terkadang diri ini tak mengerti rahasia apa yang saat ini tersembunyi, ada apa sebenarnya yang terjadi. Hmm..semuanya serba membingungkan dan memusingkan. Ya Allah kuatkan kaki ini untuk tetap melangkah di jalanMu, kuatkan pundak ini agar dapat terus tegak menopang semua yang ada. Meski terkadang pertanyaan itu seringkali terbesit. Sudah sejauh manakah memang??? pantaskah??? Ikhlaskah???