Rabb...
Rindu itu sangat...
menggedor-gedor hendak keluar
seandainya ia masih dapat kutahan
Rindu itu sangat...
menahanku terlelap dalam malam
menguapkan konsentrasi pada tempatnya
meninggalkan bekas-bekas pada ingatan
Rindu itu sangat...
menggantung indah pada ketidakharusan
membelai melambai tak tentu arah
Karena rindu itu sangat...
..........
Seuntai Cinta Untuk Yang Tercinta
Wajahmu terlukis indah pada tiap-tiap perjalananku
membangunkanku pada kesadaran bahwa aku harus terus melangkah
seberapa besarpun cobaan yang ada, rintangan yang kutemui
pastilah ada doamu disana
meski terkadang luka tak segan kutorehkan ke hatimu
kesalahan bertubi kulakukan kepadamu
tapi bagimu tiada lain kecuali kebahagiaanku
Engkau terlukiskan pada mimpi-mimpi itu
mimpi indah dan panjang yang menggelayut
memberikan aku luahan harapan dan keyakinan
bahwa hidup memang harus terus diperjuangkan
Sesekali mungkin tak kudengar ucapmu
memalingkan diri sehingga ikhlasmu tak kurasa ridhomu tak terasa
dan aku layaknya manusia durhaka
yang sesungguhnya masih membutuhkanmu
Cintamu amat luas kasihmu tak terbatas
semoga kelak senyum bangga itu hadir diwajahmu
melukis indah bersama senja
meski cinta tak tersampai lewat tingkah
namun ia akan selalu ada
membersamai dalam do’a dan sujudku duhai ibunda..
# Ibuku oh Ibu...
Betapa ikhlas kau menyayangiku
Jiwamu tulus memeliharaku
Tiada mengharap balasanku
Ya Allah Tuhanku...
Bukakanlah pintu ampunanMu
Curahilah ia dengan kasihMu
Ia merawatku sejak kecilku...
Oh ibu kini aku jauh darimu
Inginku luruh dipangkuanmu
Rengkuhlah aku dalam doa malammu
Semoga Dia membimbing langkahku
Oh ibu airmataku berderai
Rindu belai kasih sayangmu
Dengan ketulusan hati yang dalam
Maafkanlah anakmu ini
Maafkanlah anakmu ini...
# nasyid
*) Kamar inspirasi, September 2011
dipersembahkan untuk semua yang mencintai ibundanya.
Rindu itu...

Malam semakin larut namun tak dapat kupejamkan mata dirundung rindu pada mereka yang mengingatkanku akan syurga.
Malam itu kubuka catatan seorang ukhti entah kenapa ingin rasa membaca catatannya, meski mungkin catatan biasa tapi terasa berbeda bagiku. Seketika aku diingatkankan pada mereka. Mereka yang dulu berjanji utnuk membersamai di syurga. Mereka yang sedikit ku gambarkan sebagai : sosok akhwat yang tegas namun penuh sayang, sosok yang melankolis juga periang, sosok yang aneh namun luar biasa, sosok yang cerewet juga pintar, sosok yang gaul tapi manis, sosok yang kekanakan tapi hebat, sosok yang terlihat biasa tapi smart, sosok yang manis hmm disemutin nih.
Malam itu kusempatkan diri menulis tentang mereka tidak bnyak memang hanya ingin mengingat masa-masa kebersamaan kita dulu. Rindu dengan kalian ukhti meski kita terpisah oleh jarak, semoga hati kita saling mengikat. berharap suatu hari kita semua dapat berkumpul kembali menyatukan semnagat yang mulai retak. Menyemai langkah kita menuju pada keridhoan-Nya. Rabithah ini akan selalu menyertai kalian ukhti, meski jarak, meski waktu memisahkan kita. Semoga kelak kita dipertemukan-Nya kembali seperti janji kita dulu ukhti. Uhibbukumfillah...^^
*Kamar inspirasi Juni '11
